ALAT THERAPY PROSTRATON

     

ALAT THERAPY PROSTRATON








A. PENGENALAN PROSTRATON


Prostratron merupakan salah satu merk alat yang digunakan untuk mengobati Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak. BPH adalah kondisi ketika kelenjar prostat mengalami pembengkakan, namun tidak bersifat kanker. Sejatinya Prostratron adalah alat bantu untuk terapi TUMT (Transurethral Microwave Thermotherapy). 

Transurethral Microwave thermotherapy (TUMT) dengan Prostatron telah disetujui sebagai pengobatan alternatif untuk pembedahan untuk gejala benign prostatic hyperplasia (BPH). BPH adalah penyebab obstruksi saluran kemih yang parah. Perangkat ini menggunakan energi gelombang mikro untuk memanaskan prostat, dan menghancurkan sebagian jaringan obstruktif.



B. PENGERTIAN TRANSUTHERAL MICROWAVE THERMOTHERAPY (TMUT)







Transurethral microwave thermotherapy (TUMT) adalah salah satu dari berbagai prosedur yang digunakan untuk pengobatan gejala saluran kemih bagian bawah (LUTS) akibat hipertrofi prostat jinak (BPH) pada pria,. TUMT melibatkan penyisipan kateter kemih yang dirancang khusus ke dalam kandung kemih, memungkinkan antena microwave diposisikan di dalam prostat. di Mana, ia memanaskan dan menghancurkan jaringan prostat.






 TUMT membantu mengurangi gejala kemih yang disebabkan oleh BPH, termasuk :

Kebutuhan mendesak untuk buang air kecil Kesulitan memulai buang air kecil

Kencing yang lambat (berkepanjangan)

Peningkatan frekuensi buang air kecil di malam hari 

Berhenti dan mulai lagi saat buang air kecil 

Perasaan tidak bisa sepenuhnya mengosongkan kandung kemih 

Infeksi saluran kemih

Transutheral Microwave Therapy (TUMT) biasanya digunakan untuk menangani kasus BPH dengan tingkat keparahan sedang hingga tinggi. Setelah menjalani treatment TUMT, prostat dan uretra akan membutuhkan beberapa hari pemulihan sebelum proses kencing kembali normal. Selama waktu ini, pasien dapat dikateterisasi agar sal uran kemih dan prostat sembuh secara optimal. Diperlukan beberapa waktu bagi tubuh untuk menyerap kembali jaringan prostat yang dirawat dan biasanya akan memakan waktu sekitar enam hingga dua belas minggu sebelum gejala BPH membaik. Tujuan akhir TUMT adalah meringankan gejala BPH jangka panjang dengan efek samping minimal. Hasil jangka panjang dari TUMT sangat menguntungkan dan banyak pasien mengalami penyembuhan jangka panjang dari gejala BPH. Beberapa risiko dan efek samping dapat termasuk darah atau gumpalan dalam urin, urinasi yang menyakitkan atau sulit, iritasi dubur, inkontinensia urin sementara, ketidakmampuan singkat untuk mempertahankan ereksi dan kurangnya cairan manı selama orgasme. Dalam uji klinis, sebagian besar efek samping ini bersifat sementara.


C. PRINSIP KERJA TRANSUTHERAL MICROWAVE THERAPY (TUMT)






Transurethral microwave thermotherapy (TUMT) bekerja dengan prinsip sebagai berikut. Dokter akan memasukkan alat yang dapat memancarkan_ gelombang mikro ke area prostat melalui uretra. Energi gelombang mikro dari alat tersebut akan menghancurkan bagian dalam dari kelenjar prostat yang membesar, sehingga mengecilkan ukuran prostat serta memperlancar aliran urine.

 Prosedur ini umumnya hanya dilakukan untuk BPH yang ukurannya tidak terlalu besar dan sifatnya hanya sementara, sehingga seringkali dibutuhkan TUMT ulangan. Untuk melakukan prosedur TUMT, dapat digunakan dua alat yaitu Prostratron atau Targis. Keduanya memiliki fungsi yang sama namun hanya berbeda ukuran dan beberapa spesifikasi yang dikembangkan.


D. PROSEDUR TUMT DENGAN ALAT PROSTRATON




1. Pasien diinstruksikan untuk berbaring

2. Pertama, pasien diposisikan menyamping untuk mempermudah masuknya probe kecil ke rektum

3. Probe tersebut dilengkapi dengan sensor suhu yang akan mengukur suhu rektum secara kontinu selama jalannya prosedur 

4. Kemudian uretra dibius secara lokal. Kandung kemih juga akan dikosongkan dengan memasukkan kateter uretra 

5. Alat TUMT mengirim gelombang mikro yang sudah diatur lewat komputer melalui kateter untuk memanaskan bagian tertentu dari prostat.

Setelah menjalani prosedur, pasien mungkin mengalami keinginan untuk buang air kecil. Hal ini tidak disebabkan oleh kandung kemih yang penuh, melainkan karena panas yang disalurkan ke prostat. Jika keinginan buang air kecil tersebut terlalu mengganggu, dapat diberikan obat untuk mengatasinya.

 Prosedur itu sendiri membutuhkan waktu sekitar satu jam. Jika digabung waktu untuk_ persiapan, treatment dan waktu pemulihan, keseluruhan prosedur dapat memakan waktu sekitar 2 jam.

 Setelah prosedur selesai dan kateter yang digunakan sebelumnya sudah dilepas, prostat bisa saja membengkak dan menyebabkan kesulitan buang air kecil untuk sementara (pada sekitar 30% kasus, hal ini dapat menyebabkan retensi urin). Jika pasien tidak dapat buang air kecil, mungkin perlu dimasukkan kateter. Pada kebanyakan kasus, kateter tersebut dapat dilepas dalam satu minggu.



E. MEKANISME TERAPI

Rangkaian prostat alat terapi Prostatitis Multi-Efek adalah perangkat yang dipatenkan negara dan telah populer di kalangan pasien.Menggabungkan efek terapeutik dari termoterapi inframerah jauh, terapi magnetik dan getaran pijatPerangkat Pengobatan Prostatitis Multi-Efek sangat efektif dalam mengobati penyakit. Probe perawatannya dapat mengirimkan energi panas dalam bentuk cahaya inframerah jauh, yang memanaskan fokus penyakit pada suhu yang dapat dipilih antara 38-47°Cuntuk meningkatkan mikrosirkulasi dan menghidupkan kembali rasa sakit. Pelat magnet pada tubuh dan probe bergetar di area prostat menghasilkan medan magnet, yang dapat membantu meredakan peradangan. Dan getaran probe pada frekuensi 100-120Hz dapat memijat area prostat untuk meningkatkan sirkulasi mikro darah lokal dan pemulihan jaringan normal. Efek langsung dari probe bergetar pada area prostat dapat merangsang saraf simpatik lokal dan meningkatkan pelebaran pembuluh darah dan sirkulasi darah lokal.

Cahaya inframerah menghasilkan stimulasi ringan pada ujung saraf yang memiliki efek pereda nyeri yang jelas. Sementara itu, efek pemanasan semakin meningkatkan pelebaran pembuluh darah dan sirkulasi darah, yang pada gilirannya meningkatkan nutrisi lokal, mengurangi ketegangan antara otot dan jaringan ikat, dan menghidupkan kembali kejang dan rasa sakit juga.

Studi menunjukkan bahwa magnet dapat menjadi terapi yang efektif untuk menghilangkan rasa sakit dengan memblokir sensasi nyeri. Menerapkan medan magnet ke area yang cedera meningkatkan aliran darah dan oksigen untuk meningkatkan proses penyembuhan alami tubuh. Peningkatan aliran darah dan pertukaran cairan ke jaringan yang terluka membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan.

Pijat Getaran membantu mengurangi ketegangan pada prostat dan meningkatkan sirkulasi darah lokal.




F. PEMELIHARA ALAT DAN KALIBRASI


Pemeliharaan Alat 


1. Cek dan bersihakan seluruh bagian alat 

2. Cek sistem catu daya 

3. Cek fungsi selektor dan tombol

4. Cek sistem pengaman 

5. Cek dan periksa lampu - lampu indikator 

6. Cek dan periksa sensor dan antenna 

7. Lakukan pengukuran tahanan kabel 

8. Lakukan pengukuran arus bocor 

9. Lakukan uji kinerja alat 

10. 10.Lakukan kalibrasi alat



Kalibrasi 


1. Siapkan peralatan kalibrasi yang akan digunakan

2. Lakukan pendataan administrasi meliputi no order, merk, medel/tipe,no seri,tanggal pengujian/kalibrasi, tempat atau Lokasi kalibrasi, no. sertifikat dan ruang alat

3. Lakukan pengukuran kondisi lingkungan 

4. Pengujian dan pengamatan

Pengujian keselamatan listrik meliputi :

- Kebocoran arus pada selungkup

- Kebocoran arus pada atena

- Kebocoran arus pembumian 

- Nilai resistansi kabel pembumian

- Nilai tahanan kabel isolasi catu daya

- Nilai isolasi selungkup


5. Pengamatan fisik dan fungsi alat 

Periksa kondisi fisik dan fungsi dari UUT meliputi :

- Badan dan permukaan

- Kotak kontak alat

-       Kabel catu utama

-       Kabel atena

-       Tombol saklar dan kontrol


Referensi

https://www.medical-xprt.com/products/prostatron-model-tumt-cooled-transurethral-microwave-thermotherapy-895969

https://d38zjy0x98992m.cloudfront.net/6afdef1e-49bf-11e3-816e-1772a8fe6488/BPH_TUMT_labeled_xgaplus.jpg

https://th.bing.com/th/id/OIP.8DV9b2Vr-8LkTiWZTcju2wAAAA?rs=1&pid=ImgDetMain

https://ai2-s2-public.s3.amazonaws.com/figures/2017-08-08/1314444b2580da6252e3abe25e4c83ad687bcea1/3-Figure2-1.png


TAISIRUL FADHLI JURUSAN DIPLOMA III TEKNIK ELEKTRO MEDIK POLITEKNIK KESEHATAN JAKARTA II (P22040123058)







Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Etika dan Hukum dalam Pengelolaan Rekam Medis: Analisis Permenkes No. 45 Tahun 2015